Menag mengingatkan bahwa perbedaan awal puasa bukan fenomena baru.
“Indonesia, telah berulang kali menghadapi variasi awal Ramadan 1447 H maupun tahun-tahun sebelumnya tanpa gejolak berarti,” kata dia,
Ia pun mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan. Terlepas dari dinamika hilal Ramadan, keputusan melalui sidang isbat dan rujukan kriteria MABIMS terbaru diharapkan menjadi titik temu bersama.***



