KITAINDONESIASATU.COM – Jika tahun 1990-an program transmirasi tidak banyak diminati warga masyarakat, namun berbeda dengan kondisi sekarang.
Program transmirasi yang dicanangkan pemerintah kini justri menjadi rebutan warga, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Blitar.
Hal ini ditandai dengan banyaknya warga yang mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Jawa.
Sayangnya kuota untuk Kabupaten Blitar tahun ini hanya mendapat jatah atau kuota transmigrasi sebanyak 1 orang.
Sementara peminat menurut catatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) tercatat 6 pendaftar tahun 2024.
Dan jumlah itu terus bertambah hingga sekarang sudah terdapat 17 pendaftar baru yang mengantre sejak tahun lalu.
Belasan peserta pendaftar transmirasi itu akan bersaing memperebutkan 1 kuota yang merupakan jatah dari pusat.
Adapun program transmigrasi yang dicanangankan pemerintah pada tahun ini akan diadakan di wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Dari hasil seleksi akhirnya dipilih salah satunya warga Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon untuk menjadi transmigran di Poso.
Peserta transmigran ini direncakan akan diberangkatkan pada bulan November 2024, karena saat ini lokasinya sedang dipersiapkan.
Kabid Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (latprotrans) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Latip Usman kepada wartawan di Blitar Selasa (17/9/2024) mengungkapkan minat warga berangkat transmigrasi dengan alasan alternatif meraih kesejahteraan.
“Warga juga tertarik ada lahan yang diberikan pemerintah dengan lahan yang cukup luas dan modal usaha yang besar,” katanya seperti dilansir beritajatim.com.
Apalagi usia sudah tidak masuk dalam pasar kerja sehingga terdesak untuk mencari keberuntungan ke luar pulau, untuk mengadu nasib.
Dari program transmigrasi di Jawa Timur saat ini mendapatkan jatah sebanyak 16 transmigran yang dibagi 13 daerah.
Sementara 10 daerah di antaranya masing-masing mendapatkan jatah 1 kuota transmigrasi dan 3 daerah menerima 2 kuota.
Pada bulan Agustus lalu petugas dari Disnakertrans Blitar, madiun, Tuban dan Trenggalek sudah melakukan pengecekan ke lokasi.
Saat ini kondisinya dalam proses pengerjaan dan diharapkan akan terus berjalan dan siap ditempati pada November 2024 nanti.
Sementara untuk transmigrandi Kabupaten Blitar peserta diprioritaskan untuk status tertentu seperti status perkawinan, domisili dan dibatasi usia 45 tahun.
Selain itu Pemkab juga memprioritaskan peserta yang memiliki keahlian atau kemampuan tertentu tidak hanya mengandalkan sektor pertanian saja.
Misalnya keahlian pertukangan atau produk olahan agar mereka bisa bertahan dan berkembang untuk mencari pasar di kawasan transmigran di Poso.
Adapun fasilitas yang diberikan antara lain, akomudasi, ruma semi permanen, jaminan hidup, lahan usaha dan pekarangan.
Selain itu juga mendapatkan pelatihan kerja, kebutuhan pokok selama 1 tahun, modal usaha Rp5 juta dan peralatan usaha senilai Rp5 juta.
Seperti dalam unggahan instagram @dinakerkab.blitar engungkap Bidang Pelatihan Kerja, Produktivitas Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tanggal 4 – 7 September 2024.
Pada hari itu, melaksanakan Penjajakan Kerjasama Antar Daerah Program Ketransmigrasian tahun 2024 di UPT Watumeboku Desa Torire Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah.
Pada Tahun 2024 rencananya Kabupaten Blitar akan memberangkatkan 1 Kepala Keluarga untuk mengikuti program transmigrasi, untuk diberangkatkan ke Kabupaten Poso bersama dengan 7 Kepala Keluarga asal Provinsi Jawa Timur. **
