KITAINDONESIASATU.COM– Upaya penyerangan terhadap Markas Komando (Mako) Satlat Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, berhasil digagalkan aparat kepolisian. Sebanyak 17 orang diamankan dalam operasi pengamanan yang digelar pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 30–31 Agustus 2025 kemarin. Dari jumlah itu, empat orang ditetapkan sebagai provokator utama.
Keempat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial M, AP, RS, dan BS. Mereka dihadirkan polisi di Mapolres Bogor dengan mengenakan baju tahanan, bersama sejumlah barang bukti berupa telepon genggam serta bahan bakar jenis pertalite yang diduga akan digunakan dalam aksi.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, penangkapan para pelaku berawal dari beredarnya pamflet provokatif di media sosial (medsos). Pamflet tersebut berisi seruan untuk menyerang Mako dan Rusun Brimob Cikeas serta mengajak massa melakukan tindakan anarkis.
“Tadi malam dari personel Satlat Brimob Cikeas sendiri melakukan kegiatan pengamanan Mako dan juga melakukan kegiatan patroli, berhasil mengamankan 17 orang terduga pelaku yang melakukan provokasi dan ajakan untuk menyerang Brimob Cikeas,” ujar AKBP Wikha, Minggu 31 Agustus 2025 kemarin.
Menurutnya, sebagian besar dari mereka masih berstatus terduga dan menjalani pemeriksaan intensif. Namun, hasil penyelidikan awal memastikan ada empat orang yang terbukti berperan besar dalam mengorganisir rencana penyerangan.
“Adapun setelah dilaksanakan penyelidikan dan pendalaman terhadap 17 orang, didapatkan hasil sementara bahwa ada empat orang sementara,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, M diduga sebagai provokator utama sekaligus pembawa senjata tajam. Polisi juga menemukan pamflet ajakan penyerangan tersimpan dalam ponsel miliknya.
“Kami sudah melakukan pengecekan terhadap handphone yang bersangkutan bahwa di dalam handphone bersangkutan ada pamflet sebaran ajakan untuk melakukan penyerangan ke Mako Satlat Brimob Cikeas,” ungkap AKBP Wikha.


