NewsBerita Utama

Persija Tak Kunjung Juara, Pramono Sampai Ngaku Sering Bad Mood

×

Persija Tak Kunjung Juara, Pramono Sampai Ngaku Sering Bad Mood

Sebarkan artikel ini
PRAMONO ANUNG
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, melontarkan pengakuan yang langsung mencuri perhatian. Ia mengaku kerap dilanda bad mood setiap kali mengingat Persija Jakarta yang belum juga berhasil mengakhiri puasa gelar juara.

Dalam sambutannya saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KONI Provinsi DKI Jakarta Masa Bakti 2026–2030 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (26/6), Pramono bahkan berseloroh bahwa suasana hatinya langsung berubah ketika bertemu Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno.

“Kalau lihat Diky, mood saya langsung hilang karena Persija nggak juara-juara,” ujar Pramono yang disambut tawa para hadirin.

Meski begitu, Pramono melihat secercah harapan baru setelah Persija resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala. Menurutnya, kehadiran juru taktik asal Korea Selatan itu menjadi angin segar yang bisa mengubah nasib Macan Kemayoran.

“Begitu sekarang sudah mendatangkan Shin Tae-yong, ada hiburan sedikit,” katanya.

Pramono pun berharap era baru bersama Shin Tae-yong mampu membawa Persija kembali ke puncak kejayaan. Harapan itu terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momen bersejarah bagi ibu kota dan klub kebanggaan warga Jakarta.

Pada 2027, Jakarta akan merayakan hari jadinya yang ke-500, sementara Persija memasuki usia ke-100 tahun pada 2028. Pramono ingin trofi juara hadir lebih cepat sebagai hadiah spesial bagi dua momentum bersejarah tersebut.

“Jadi kadonya lebih awal lah,” ucapnya penuh harap.

Diketahui, Persija terakhir kali mengangkat trofi Liga 1 pada musim 2018. Sejak saat itu, Macan Kemayoran terus berjuang mengakhiri paceklik gelar yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Kini, harapan jutaan pendukung Persija bertumpu pada tangan dingin Shin Tae-yong. Eks pelatih Timnas Indonesia itu diharapkan mampu membangkitkan kejayaan Macan Kemayoran, membawa Persija kembali bersaing di papan atas, sekaligus mengakhiri penantian panjang akan gelar juara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *