“Karena banyak generasi muda yang tidak mengerti atau belum begitu tau karena memang kita tidak ada sejarah lokal tentang peristiwa ini. Jadi ini momentum yang tepat untuk mengenalkan anak-anak bagaimana pendahulu kita saat itu berjuang mati-matian mempertahankan kemerdekaan,” jelasnya.
Dan selanjutnya, peringatan P5H5M ini juga diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai kebangsaan, patriotisme dan kepahlawanan bagi generasi muda.
Menurutnya, pertempuan di Palembang juga tak kalah heroiknya dengan pertempuran 10 November di Surabaya, Lima Hari di Semarang, Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta dan Palagan , Ambarawa di Jawa Tengah.
Palembang adalah salah satu wilayah yang strategis karena kekayaan alam dan merupakan pusat pemerintahan serta militer, menjadikan Kota ini sebagai target bagi Belanda untuk menguasai kembali Indonesia.
“Tapi bagi rakyat Palembang, pertempuran ini menjadi sebuah momentum untuk mempertahankan tanah airnya supaya penjajahan tidak terulang kembali pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia,” katanya.(Dimas/Yo)

