Ia mengungkapnya, pelaku sulit dikenali lantaran saat beraksi wajah pelaku ditutupi. Namun, dalam rekaman CCTV yang ada, pelaku yang membobol SMKN 12 ini diperkirakan berjumlah dua orang.
“Dari rekaman CCTV terlihat samar-samar. Saya enggak bisa menentukan dia pemuda atau apa karena pakai penyamar (penutup wajah),” kata Kepala Sekolah SMKN 16, Tati Widyarsih.
Tati mengatakan, dalam rekaman hanya terlihat ada dua pelaku yang masuk ke ruang guru, lantai 1 di SMKN 12.
Namun, ia tak bisa memastikan berapa total pelaku yang membobol sekolah yang dipimpinnya itu.
“Karena kita enggak melihat utuh. Soalnya dalam CCTV-nya juga enggak utuh, jadi kita enggak bisa memastikan berapa orang,” ungkap Tati.
Wajah yang tak terlihat di CCTV membuat polisi sedikit kesulitan mengidentifikasi para pelaku. Namun, dari hasil penyelidikan awal dengan memeriksa beberapa saksi, polisi menduga para pelaku tidak masuk dari gerbang sekolah saat melancarkan aksinya.
“Dari penyelidikan awal kami, kami dapati dari keterangan saksi-saksi pelaku melewati pagar sekolahan pintu samping, bukan pintu utama,” ujar Brian.
Memang terlihat tembok samping sekolah ini tidak terlalu tinggi. Hanya sekitar 2 meter saja. Ditambah lagi, di atasnya tidak dilengkapi dengan kawat atau pecahan beling agar maling sulit masuk.
“Kemudian untuk perkara ini masih kami dalami dan kami masih dalam tahap penyelidikan,” terang Brian. Polisi juga masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi yang lain untuk mengidentifikasi para pelaku. ***
Editor Aam Permana S


