KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pejabat senior Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan ancaman terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, menyusul meningkatnya ketegangan kawasan.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran atas dampak penutupan Selat Hormuz terhadap minyak dunia.
Mayor Jenderal Ebrahim Jabari, ajudan komandan IRGC, mengatakan dalam siaran televisi pemerintah bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan kapal melintas.
Ancaman Iran terhadap kapal di Selat Hormuz itu disebut sebagai respons atas serangan yang sebelumnya dikaitkan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Menurut Jabari, IRGC telah memulai langkah-langkah blokade di Selat Hormuz.
Sekedar diketahui, jalur ini sangat strategis karena menjadi rute utama ekspor energi negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar.


