Sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah maritim dunia melewati perairan tersebut, sehingga dampak penutupan Selat Hormuz terhadap minyak dunia dinilai signifikan.
Ketegangan meningkat setelah laporan serangan terhadap kapal tanker minyak di kawasan tersebut. Beberapa insiden disebut menyebabkan gangguan navigasi di Selat Hormuz, meskipun detail resmi masih terbatas.
Laporan dari dari CNN, The New York Times dan sumber lainnya menyebut operator pelayaran asal Amerika Serikat, Crowley Maritime, melaporkan serangan terhadap kapal tanker berbendera AS yang sedang berlabuh di Bahrain.
Dalam insiden itu, satu pekerja dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Kapal tanker yang terdampak tersebut bernama Stena Imperative.
Akan tetapi, hingga kini, pihak berwenang belum mengidentifikasi pelaku serangan tersebut. Crowley menyatakan awak kapal dalam kondisi aman dan api yang muncul berhasil dipadamkan dengan cepat.


