News

Trauma Pascabanjir Masih Membekas, Warga Aceh Tamiang Tak Bisa Tidur

×

Trauma Pascabanjir Masih Membekas, Warga Aceh Tamiang Tak Bisa Tidur

Sebarkan artikel ini
Trauma Pascabanjir Aceh Tamiang
Warga Desa Lintang Bawah, Aceh Tamiang, masih mengalami trauma pascabanjir bandang. Pemeriksaan menemukan sejumlah penyakit pada warga.

KITAINDONESIASATU.COM — Warga Desa Lintang Bawah, Kecamatan Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang, mengaku masih mengalami trauma mendalam setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Kondisi itu terungkap saat Tim Bogor Peduli Bencana Aceh-Sumatera melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap warga Desa Lintang Bawah, Senin 10 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, tim menerjunkan dua dokter dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, yakni Kepala Puskesmas Kecamatan Bogor Utara, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas, dan Kepala Puskesmas Kelurahan Pancasan, dr. Dessy Yuliarty.

Kepala Puskesmas Kecamatan Bogor Utara, drg. Astrid Dewi Prabaningtyas, mengatakan trauma yang masih dirasakan warga turut memengaruhi kondisi kesehatan mereka.

“Jadi dari hasil pemeriksaan kami, warga masih merasakan trauma, jadi tidak bisa tidur dan sebagainya. Dari situ, muncul penyakit yang menyerang mereka,” kata Astrid.

Menurut Astrid, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Desa Lintang Bawah meliputi pemeriksaan kesehatan secara umum dan pemeriksaan gigi.

Sebanyak 81 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan umum. Mereka terdiri dari 26 laki-laki dan 55 perempuan. Berdasarkan kelompok usia, warga yang diperiksa mulai dari anak-anak berusia 0-5 tahun hingga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sejumlah diagnosis penyakit. Sebanyak 22 orang mengalami hipertensi, 5 orang diabetes melitus, 5 orang stroke, 19 orang batuk-batuk, 7 orang scabies, dan 16 orang dermatitis atau radang kulit.

“Dengan diagnosa hipertensi sebanyak 22 orang, diabetes melitus sebanyak 5 orang, stroke 5 orang, batuk-batuk 19 orang, scabies 7 orang, dan dermatitis atau radang kulit sebanyak 16 orang,” ucapnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tim juga mengunjungi seorang warga di kediamannya yang sudah tidak mampu berjalan akibat diabetes melitus yang dideritanya.

Tim Bogor Peduli Bencana Aceh-Sumatera juga membuka layanan pemeriksaan gigi. Sebanyak 39 warga mengikuti pemeriksaan tersebut, terdiri dari 6 laki-laki dan 33 perempuan.

Hasil pemeriksaan gigi menunjukkan sejumlah diagnosis, di antaranya gangren radix atau saraf gigi, gangren pulpa, dan pulpitis. Sementara itu, satu orang warga dinyatakan tidak mengalami kelainan.

“Kita juga membuka pemeriksaan gigi dengan jumlah 39 warga, 6 orang laki-laki dan 33 perempuan. Dengan diagnosis gangren radix atau saraf gigi, gangren pulpa, pulpitis, dan 1 orang tidak ada kelainan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *