KITAINDONESIASATU.COM – Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud meninggal dunia pada Sabtu, 19 Juli 2025 setelah dua dekade berada dalam kondisi koma.
Kabar duka ini diumumkan oleh sang ayah, Pangeran Khaled bin Talal, melalui platform X dengan ungkapan kesedihan mendalam dan kepasrahan terhadap takdir Tuhan.
“Dengan hati yang percaya pada kehendak dan takdir Tuhan, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berduka cita atas kepergian putra terkasih kami, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Tuhan mengasihaninya, yang telah meninggal dunia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa hari ini,” tulisnya.Pria yang dijuluki ‘Sleeping Prince’ atau Pangeran Tidur itu wafat pada usia 36 tahun.
Khalej Time melaporkan, dalam pernyataannya, Pangeran Khaled bin Talal mengutip ayat penuh makna.
“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan menyenangkan-Nya, dan masuklah ke dalam jajaran hamba-hamba-Ku yang saleh, dan masuklah ke dalam Surga-Ku.”
“Dengan hati yang yakin akan kehendak dan ketetapan Allah, dan dengan duka dan kesedihan yang mendalam, kami berduka cita atas putra tercinta kami: Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Allah merahmatinya, yang wafat hari ini.” tulis sang ayah.
Prosesi Sholat Jenazah sang Pangeran Tidur
Prosesi shalat jenazah akan digelar Minggu, 20 Juli 2025 di dua lokasi terpisah untuk jemaah pria dan wanita. Ucapan belasungkawa akan diterima selama tiga hari di Istana Pangeran Alwaleed bin Talal.
Pangeran Al Waleed merupakan cicit Raja Abdulaziz dan keponakan dari miliarder ternama Pangeran Al-Waleed bin Talal. Meski tidak berada dalam garis langsung pewaris takhta, ia berasal dari trah bangsawan ternama di Arab Saudi.
Kronologi Kecelakaan yang Sebabkan Al Waleed Koma
Dikutip dari New Arab, kecelakaan terjadi saat Al-Waleed tengah menempuh pendidikan di akademi militer di London, Inggris.
Cedera otak parah dan pendarahan internal membuatnya tak pernah sadarkan diri.
Setelah kecelakaan, Al-Waleed dirawat intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, Arab Saudi, dengan bantuan alat-alat medis termasuk ventilator.
Dialnsir dari Elwatan News, selama dua dekade, pihak keluarga telah mendatangkan tiga dokter dari Amerika Serikat dan seorang dokter dari Spanyol untuk mengatasi pendarahan di kepalanya.
Namun, Al-Waleed masih berada dalam kondisi koma. (*)


