Sosok

PROFIL Pangeran Al Waleed yang Dijuluki ‘Sleeping Prince’ dari Arab Saudi

×

PROFIL Pangeran Al Waleed yang Dijuluki ‘Sleeping Prince’ dari Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
PROFIL Pangeran Al Waleed yang Dijuluki ‘Sleeping Prince’ dari Arab Saudi
PROFIL Pangeran Al Waleed yang Dijuluki ‘Sleeping Prince’ dari Arab Saudi / (Hindustan Times - X)

KITAINDONESIASATU.COM – Kisah tragis Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal sebagai ‘The Sleeping Prince’ atau Pangeran Tidur dari Arab Saudi, berakhir dengan kabar duka. Ia meninggal dunia di usia 36 tahun setelah berada dalam kondisi ‘tertidur’ selama 20 tahun.

Kabar pertama disampaikan sang ayah, Pangeran Khaled, bin Talal Al Saud melalui platform X.

“Dengan hati yang percaya pada kehendak dan takdir Tuhan, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berduka cita atas kepergian putra terkasih kami, Pangeran Alwaleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, semoga Tuhan mengasihaninya, yang telah meninggal dunia atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa hari ini,” tulisnya pada Sabtu, 19 Juli 2025. 

Kepergiannya menimbulkan kesedihan mendalam di kalangan keluarga kerajaan dan masyarakat Arab Saudi.

Lantas siapa sosok Al Waleed? Simak profilnya di sini. 

Profil Pangeran Al Waleed

Pangeran Al Waleed adalah putra sulung dari Pangeran Khaled bin Talal, seorang tokoh penting dalam keluarga kerajaan. Ia juga merupakan keponakan dari Pangeran Al-Waleed bin Talal, seorang miliarder dan investor global yang terkenal di dunia internasional. 

Meski tidak berada dalam garis langsung pewaris tahta, Al Waleed merupakan cicit dari Raja Abdulaziz Al Saud, pendiri Kerajaan Arab Saudi, dan keponakan buyut dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud yang kini memimpin negara tersebut.

Lahir pada 18 April 1990, Al Waleed menjalani masa mudanya dengan menempuh pendidikan militer di London, Inggris. Namun, hidupnya berubah drastis saat ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan cedera otak parah dan pendarahan internal. 

Sejak itu, ia dirawat secara intensif di King Abdulaziz Medical City, Riyadh, menggunakan bantuan alat medis hingga akhir hayatnya di usia 36 tahun.

Selama dua dekade, keluarganya menunjukkan dedikasi dan kasih sayang luar biasa. Pangeran Khaled, sang ayah, menolak mencabut alat bantu kehidupan, yakin bahwa hidup dan mati adalah urusan Tuhan. Bahkan, berbagai upaya medis dilakukan, termasuk mendatangkan tiga dokter dari Amerika Serikat dan satu dokter dari Spanyol untuk menangani kondisi Al Waleed. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *