“Paralon biopori ini berfungsi sebagai sistem pengairan, membantu proses dekomposisi limbah organik, menjadi saluran udara, sekaligus menyediakan unsur hara secara bertahap bagi tanaman jagung,” terang Fadly.
Berbeda dengan metode konvensional, pupuk kompos berbahan limbah kantin ini dapat langsung digunakan sebagai media tanam tanpa harus melalui proses yang terlalu lama. Hal ini membuat program lebih praktis dan mudah diterapkan.
AKBP Condro Sasongko menambahkan bahwa metode ini juga menjadi sarana edukasi bagi personel Polda Jabar tentang pentingnya pengelolaan sampah organik dan pertanian berkelanjutan. “Kami ingin menanamkan kesadaran bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan kerja sendiri,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi satuan kerja lainnya, baik di lingkungan Polda Jabar maupun di jajaran Polres. Selain mendukung ketahanan pangan, inovasi ini juga memperkuat komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kami berharap langkah kecil ini bisa memberi inspirasi. Ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan kami siap menjadi bagian dari solusi,” ungkap alumnus Akpol 2005. (HRH)


