News

Narapidana Dilatih Membatik Pegawai Rutan dan Lapas Diminta Pakai Hasil Karya

×

Narapidana Dilatih Membatik Pegawai Rutan dan Lapas Diminta Pakai Hasil Karya

Sebarkan artikel ini
20240905 155647 scaled

KITAINDONESIASATU.COM – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di seluruh lapas dan rutan di Indonesia, saat ini terus digenjot dalam pelatihan membatik. Untuk mendukung hal tersebut, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI menginstruksikan petugas agar menggunakan batik karya para narapidana.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Supriyanto mengatakan, pihaknya menginstruksikan seluruh pegawai di jajaran Rutan dan Lapas untuk mengenakan batik hasil karya WBP untuk mendukung program pembinaan. “Sudah kami instruksikan agar masing-masing (pegawai) memakai batik hasil WBP di (Rutan dan Lapas) wilayah itu,” katanya, Kamis (5/9).

Dikatakan Supriyanto, selama ini pelatihan membatik terus diberikan bagi para WBP di Rutan dan Lapas di seluruh Indonesia. Itu termasuk program pembinaan untuk meningkatkan keterampilan, sekaligus bekal kemampuan usaha saat mereka bebas nanti.

“Salah satu pelatihan itu terlihat di Lapas Kelas I Cipinang yang kini sedang memberikan pelatihan membatik kepada 25 narapidana selama tanggal 3-7 September 2024 dan melibatkan Yayasan Batik Indonesia,” ujarnya.

Instruksi agar pegawai Rutan dan Lapas memakai batik hasil karya WBP ini juga bagian pemasaran, karena dapat mengenalkan kualitasnya kepada masyarakat luas. “Ini peran serta kita (pegawai Rutan dan Lapas), batik yang dihasilkan warga binaan biar laku keras. Juga diharapkan kalau ada tamu-tamu itu juga oleh-oleh batik yang dihasilkan WBP,” ujar Supriyanto.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Enget Prayer Manik menambahkan, nantinya batik hasil karya narapidana dapat dikenakan sebagai setiap hari Jumat sesuai Permenkumham nomor 12 tahun 2024.

“Setelah nanti produksi kami akan buat batik khusus untuk petugas Lapas Cipinang. Desain batik khusus umum pegawai Lapas Cipinang yang akan dipakai setiap Jumat,” ujar Enget. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *