KITAINDONESIASATU.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Pasundan Cijulang, Pangandaran, hanya diikuti 6 siswa.
Namun demikian, MPLS tetap berlangsung sesuai jadwal dan penuh semangat.
Sedikitnya siswa yang ikut MPLS, kata pihak sekolah tidak mengurangi esensi dari kegiatan tersebut maupun komitmen dalam menciptakan pendidikan berkualitas.
Hal itu disampaikan Kepala SMK Pasundan Cijulang, Asep Deni Kuswaya dalam keterangannya kepada media.
“MPLS tetap berlangsung,” kata dia,
Di menjelaskan bahwa awalnya yang mendaftarkan ke sekolahnya sebanyak 7 orang. Namun yang mengikuti mengikuti MPLS ternyata hanya 6 orang—terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan.
Asep Deni kemudian menjelaskan bahwa rapat awal tahun dan raker tetap berjalan.
“Jika jumlah siswa bertahan hingga Agustus, kami akan tetap melanjutkan kegiatan pembelajaran. Bisa jadi hanya satu jurusan dulu, tergantung regulasi rombongan belajar (rombel). Kami harap pemerintah bisa memaklumi kondisi ini,” ujar Asep Deni.
Ia mengatakan, SMK Pasundan Cijulang tetap menyiapkan proses belajar mengajar, termasuk dengan pendekatan semi-privat. Pihak sekolah juga memastikan tetap akan menerima dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).


