Diperhitungkan matang
Purbaya menjelaskan bahwa skema subsidi energi telah diperhitungkan matang dalam perencanaan anggaran tahunan.
Fluktuasi pasar global, termasuk spekulasi seputar harga minyak dunia tidak naik 2026, sudah diantisipasi dalam pos APBN.
Dengan demikian, ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat tetap terjamin tanpa membebani keuangan negara.
“Kan subsidi kita diatur dihitung selama setahun penuh. Meskipun dengan harga sekarang pun kita sudah asumsikan seperti apa dampaknya ke APBN,” tambah Purbaya.
Perhitungan ini menjadi fondasi agar BBM bersubsidi tetap terjangkau dan keyakinan publik terhadap skenario harga minyak dunia tidak naik 2026 semakin kuat.
Sebagai catatan, realisasi penyaluran subsidi dan kompensasi energi per akhir Februari 2026 mencapai Rp 51,5 triliun atau 11,5% dari total pagu APBN 2026, naik signifikan 382,6% dibanding periode sama tahun lalu.

