Rencana penggabungan ini tengah digodok oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Kebijakan tersebut ditargetkan dapat mengatasi kekurangan hampir 600 guru SD dan 43 posisi kepala sekolah yang masih kosong.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Disdik Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, memaparkan bahwa saat ini kekurangan kepala sekolah mencapai 46 orang, sementara kekurangan guru SD berkisar 676 orang.
“Untuk mengatasi hal tersebut diambil beberapa langkah, yaitu merger sekolah, penggabungan rombel belajar sesuai aturan jumlah maksimal, serta bekerja sama dengan pihak akademisi atau universitas untuk penempatan mahasiswa PKL atau magang di sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” jelasnya. (Nicko)
