News

Kopi dan Rokok Dongkrak Angka Inflasi di Kota Serang

×

Kopi dan Rokok Dongkrak Angka Inflasi di Kota Serang

Sebarkan artikel ini
pertemuan
Pertemuan pendukung calon kepala daerah (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Serang, Banten, berimbas pada peningkatan angka inflasi. Imbas tersebut berasal dari penjualan rokok kretek dan kopi saat ada pertemuan pendukung peserta Calon Walikota Serang. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mendapatkan peringatan dari Pemerintah Pusat mengenai kenaikan inflasi.

Berdasarkan survei, rokok kretek dan kopi menjadi dua produk di antara penyumbang inflasi di Kota Serang naik, setelah minyak goreng, ayam ras, hingga emas.

Asisten Daerah (Asda) II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan, pada rapat pertama inflasi bulan November 2024 Pemerintah Pusat memberikan peringatan terhadap beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kota Serang. “Barusan dibahas dan diwarning oleh pemerintah pusat, terhadap kota/kabupaten yang ada pergerakan kenaikan inflasi,” katanya usai rapat koordinasi inflasi, awal pekan ini

Yudi menyebutkan, terdapat beberapa barang atau produk yang mengalami kenaikan harga di pasar dan menjadi salah satu penyebab naiknya inflasi di Kota Serang. Di antaranya, ayam ras, minyak goreng, rokok kretek, dan kopi, yang diduga karena banyaknya pertemuan warga menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.

“Ini yang perlu juga dijaga adalah persiapan menjelang pilkada, pasti naik. Makanya sekarang ini, rokok kretek, termasuk kopi, menjadi salah satu penyumbang inflasi. Mungkin karena banyak pertemuan, biasanya ada kopi, ada rokok,” ujar Yudi.

Sebelumnya, Kota Serang mengalami deflasi atau penurunan harga barang selama empat bulan terakhir. Akan tetapi, saat ini justru kembali mengalami inflasi yang mulai merangkak naik terhadap beberapa produk dan komoditi. Bahkan, pada September 2024 inflasi Kota Serang sekitar 2,0 persen, dan naik menjadi 2,25 persen pada Oktober 2024.

“Sekarang Kota Serang ada kenaikan inflasi yang artinya tingkat perekonomian di suatu daerah berkembang. Tapi, disisi lain perlu juga diwaspadai dan mengambil langkah konkret untuk menahan inflasi naik di Kota Serang,” kata Yudi.

Warung Inflasi

Pemkot Serang akan melakukan beberapa hal guna menekan laju inflasi, salah satunya membentuk program berupa ‘Warung Inflasi’ yang rencananya akan dibuka di dua tempat, yakni Pasar Lama dan Iwak Banten.

“Di Warung Inflasi nantinya akan ada semacam kios inflasi untuk mengetahui harga eceran tertinggi (HET) beberapa barang, produk, atau komoditi sesuai harga yang diatur pemerintah. Sehingga masyarakat tahu harga dan bisa melakukan tawar menawar yang pantas,” ungkap Yudi.

Selain mendirikan Warung Inflasi, Pemkot Serang akan menggandeng beberapa pihak seperti Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Bank Indonesia (BI) Banten terkait program tanam bawang merah. “Mudah-mudah program tanam bawang yang kemarin kami lakukan berhasil Desember nanti, sebagai usaha ketahanan pangan,” ujar Yudi. Selanjutnya, melakukan komunikasi dan koordinasi, baik dengan distributor maupun pedagang terkait ketersedian barang-barang yang ada di Kota Serang. Termasuk mengupayakan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai salah satu wadah untuk penanggulangan pangan.
“Sekarang kami sedang membahas dua kajian pembentukan BUMD Pangan, kerja sama daerah dan subsidi pangan. Karena selama ini kami masih menggunakan BUMD Provinsi Banten,” ungkap Yudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *