KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Prabowo Subianto secara mendadak menggelar rapat Kabinet secara Daring yang dipimpin dari Amerika Selasa (12/11/2024) waktu Indonesia.
Rapat yang digelar Presiden dilakukan secara online itu untuk mengupdate perkembangan terbaru bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur.
Sejumlah menteri mengikuti acara rapat kabinet dari Kantor BNPB Jakarta yang dipimpin Presiden usai menemui Presiden Joe Biden di Amerika Serikat.
Hasil rapat kabinet salah satunya diikuti Menko PMK Pratikno dimana Presiden Prabowo meminta laporan terbaru terkait upaya tanggap darurat, kondisi pengungsian, dan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Praktikno menjelaskan Presiden ingin memperoleh update tentang kondisi penanganan bencana erupsi di NTT.
“Dan kami pun sudah melaporkan detail terkait penanganan dan tanggap darurat yang terjadi dalam kondisi saat ini,” jelas Pratikno.
Menteri PMK Pratikno menjelaskan selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga sudah menyiapkan langkah strategis pasca bencana.
Termasuk diantaranya menyiapkan segala kebutuhan masyarakat yang terdampak letusan Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur.
“Pasca bencana, pemirintah sudah menyiapkan segala kebutuhan masyarakat terdampak agar dapat menjalani aktivitas seperti semula, termasuk dukungan dari Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar yang akan melakukan langkah pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Pratikno.
Bencana erupsi hingga saat ini masih terjadi, bahkan kabar terbaru ratusan penerbangan dari Australia ke Bali di batalkan.
“Kami juga melaporkan penanganan pasca bencana, jadi walaupun bencana belum selesai, rehabilitasi dan rekonstruksi sudah disiapkan, termasuk bangunan perumahan, Pak Menko PM juga menyampaikan dukungannya terhadap pemulihan ekonomi masyarakat,” lanjut Pratikno.
Presiden sendiri dalam rapat itu menegaskan pentingnya koordinasi yang kompak antara kementerian dan lembaga untuk memastikan penanganan berjalan efektif.
Dikatakan Pratikno, jika Presiden juga meminta agar para menteri dan pejabat tinggi turun langsung ke lapangan secara bergantian untuk memantau penanganan bencana agar tidak tumpang tindih.
Diungkapkan Pratikno jika Presiden berkali-kali menggarisbawahi agar pemerintah pusat harus hadir menyelamatkan dan melayani warga sebaik-baiknya,” tambahny.
Kemudia juga segera bertindak cepat dalam melakukan rehabilitasi, rekonstruksi, dan pemulihan ekonomi masyarakat yang dinilai sangat penting dalam situasi seperti ini.
Dalam rapat itu sejumlah pejabat setingkat menteri hadiri seperti Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Kepala BNPB Suharyanto, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.(*/ANO)



Respon (1)