NewsBerita Utama

Konfirmasi Kasus Keracunan MBG Wartawan di Ngawi Didorong Diancam dengan Balok Paving

×

Konfirmasi Kasus Keracunan MBG Wartawan di Ngawi Didorong Diancam dengan Balok Paving

Sebarkan artikel ini
intimidasi wartawan ngawi
Seorang pria yang mengintimidasi para wartawan di Ngawi terkait kasus keracunan Makan Bergizi Gratis. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pria tak diketahui namanya mengancam sejumlah wartawan di Mantingan, Kabupaten Ngawi yang meliput adanya dugaan kasus keracunan di wilayah itu.

Pria itu mengusir wartawan yang sedang melakukan peliputan di sebuah lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi penyebab keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedatangan wartawan di lokasi itu hendak melakukan konfirmasi dan memverifikasi ke pada pihak SPPG, namun baru sampai di pintu gerbang langsung diusir seorang pria.

Bahkan pria itu mengancam sambil membawa balok paving sambil mengejar wartawan yang berlari, karena wartawan takut jika paving yang dibawa itu dilempar kepadanya.

Seorang wartawan dari Metro TV mengungkapkan saat itu ada 9 wartawan dari berbagai media mendatangi kantor SPPG, namun para wartawan yang baru sampai di pintu gerbang langsung mendapatkan sambuat yang tidak mengenakan.

“Para wartawan tiba di kantor SPPG sekitar pukul 13:00 WIB hendak mengkonfimasi dugaan keracunan MBG di Puskesmas Mantingan, ini masih mau konfirmasi. Namun baru sampai di depan pintu sudah diusir, bahkan dikejar sambil membawa balok paving,” ujar Rizal seorang wartawan seperti dilansir detikjatim.com, Kamis (4/12/2025).

Wartawan yang hendak konfirmasi kepada pihak SPPG untuk memverifikasi laporan indikasi keracunan pada sejumlah siswa RA, SD, SMP dan SMA, mereka dilaporkan mengalami gejala medis usai mengonsumsi menu MBG yang diproduksi oleh pihak SPPG.

Seorang wartawan dari MNCTV, Aswi mengatakan hal senada, para wartawan merasa mendapat tindakan intimidasi sehingga para wartawan meninggalkan lokasi karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan masalahnya situasinya tidak kondusif.

Aswi menjelaskan tidak mengetahui siapa pria yang mengintimidasi para wartawan itu, yang pasti saat wartawan datang pria itu keluar dari dapur SPPG.

Dari informasi yang diperoleh sebanyak 164 pelajar mengalami gejala kesehatan seperti mual, muntah hingga diare mendatangi Puskesmas Mantingan, diduga setelah memakan menu MBG.

Dari 164 pelajar itu 28 di antaranya harus menjalani perawatan opname dan lainnya menjalani rawat jalan, yang terdiri dari para pelajar dan santri dari pelajar SD dan Ponpes di Mantingan, Kabupaten Ngawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *