KITAINDONESIASATU.COM – Tidak bisa kita pungkiri momentum hari raya Idul Adha identik dengan daging korban yang melimpah, membuat banyak menu pilihan untuk dikonsumsi.
Masakan sate, gule, tongseng hingga rendang sering kali menjadi pilihan dalam memasak daging yang berpotensi meningkatkan risiko kolestrol jika tidak hati-hati.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, perlu juga memilih dagang yang aman dari kolestrol seperti menghindari makan kulit, makan gajih.
Meski stok daging kurban melimpah saat Idul Adha, Anda konsumsi tetap perlu dikendalikan agar kesehatan tubuh tetap terjaga, berikut yang harus diperhatikan:
- Hindari mengonsumsi daging berulang kali dalam satu hari.
- Jika siang hari sudah menyantap rendang atau gulai, malam hari sebaiknya memilih menu lebih ringan seperti sup bening atau sayuran.
- Pisahkan bagian lemak atau gajih sebelum dimasak maupun dikonsumsi untuk mengurangi asupan lemak jenuh.
- Perbanyak minum Air Putih dan Kurangi Minuman Manis
- Minum yang cukup, sebab setelah mengonsumsi daging, tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu proses metabolisme dan pencernaan makanan.
Kandungan serat dalam sayur membantu melancarkan pencernaan, oleh karena diperlukan lalapan yang efektif menyerap lemak dengan baik seperti:
- Lalapan segar
- Kangkung dan buncis
- Pepaya
- Jeruk
- Apel
Beberapa aktivitas ringan yang dapat dilakukan setelah makan antara lain:
- Berjalan santai selama 15–20 menit
- Tetap rutin melakukan olahraga ringan
- Tidak langsung tidur setelah menyantap makanan berat
- Perhatikan kondisi kesehatan tertentu. **

