KITAINDONESIASATU.COM – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mengadakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Mohamad Toha, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.
Anggota Komisi IX, Asep Romy Romaya, menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Program ini menyasar empat kelompok utama, yakni pelajar dari PAUD hingga SMA sederajat termasuk santri, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Setiap menu yang disediakan telah disesuaikan dengan standar nasional, mencakup kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang memadai,” ujar Asep, seperti ditulis Antara pada Sabtu, 26 April 2025.
Asep menambahkan, Program MBG juga membawa manfaat ekonomi lokal, karena bahan pangan untuk dapur MBG akan dipasok dari pengusaha lokal dan BUMDes.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehadiran dapur MBG diperkirakan dapat menciptakan lapangan kerja baru di daerah serta meningkatkan permintaan terhadap produk UMKM dan hasil pertanian lokal.
“Program ini berfokus pada bayi usia 1–2 tahun, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui, dalam rangka menurunkan angka gizi buruk dan stunting, khususnya di Kabupaten Bandung,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Promosi dan Edukasi Gizi BGN, melalui perwakilannya Gunalan, menyatakan bahwa Program MBG adalah investasi strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
“Memenuhi kebutuhan gizi sejak dini akan menghasilkan individu yang sehat dan lebih berpotensi berkembang, yang menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global,” kata Gunalan.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan Program MBG.
Pemerintah Kabupaten Bandung, ujar Dadang, siap menyediakan lahan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mendirikan dapur Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG).
“Keberadaan dapur MBG tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan lokal, tetapi juga membuka lebih banyak peluang kerja,” tutupnya.-***
