News

Keunggulan Durian Parigi: Legit, Lembut dan Siap Go Internasional

×

Keunggulan Durian Parigi: Legit, Lembut dan Siap Go Internasional

Sebarkan artikel ini
FotoJet 4 22
Durian Parigi

KITAINDONESIASATU.COM – Durian Parigi kini mulai menarik perhatian pasar ekspor, selain varian lokal dari Sumatra dan Jawa.

Durian unggulan dari Sulawesi Tengah ini terkenal dengan cita rasanya yang sangat manis, tekstur daging yang tebal dan lembut, serta bijinya yang relatif kecil.

Keunikan ini menjadikan durian Parigi banyak diburu pecinta durian di seluruh Indonesia.

Durian ini tumbuh subur di Parigi Moutong, sebuah daerah yang dikelilingi pegunungan dan hutan tropis yang masih alami.

Kombinasi tanah subur serta iklim yang mendukung membuat kualitas durian Parigi sangat baik.

Biasanya, musim panennya berlangsung dari November hingga Januari, di mana petani lokal akan mengumpulkan buah durian terbaiknya.

Selain rasanya yang lezat, durian Parigi juga memiliki aroma khas yang tidak terlalu menyengat, sehingga cocok bagi mereka yang baru mencoba durian. Banyak wisatawan yang sengaja datang ke Parigi Moutong untuk menikmati durian langsung dari sumbernya.

Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Parigi Moutong, Poso, dan Sigi, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian berkualitas di Indonesia.

Bahkan, daerah ini berpotensi menjadi pemasok utama durian ke pasar internasional, termasuk Tiongkok, yang merupakan importir durian terbesar di dunia.

Pada November 2024, impor durian ke Tiongkok mencapai 1,53 juta ton dengan nilai USD6,83 miliar, meningkat 9,4 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, Indonesia masih berupaya memperkuat posisinya di pasar global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor durian Indonesia sepanjang 2024 tercatat sebanyak 600 ton dengan nilai sekitar USD1,8 juta atau setara Rp29,1 miliar. Hong Kong dan Thailand menjadi tujuan ekspor utama, sementara pasar Tiongkok masih menyimpan peluang besar.

Durian asal Sulawesi Tengah telah memenuhi tiga standar utama, yakni Good Agriculture Practices (GAP) atau tata cara budi daya yang baik, Good Handling Practices (GHP), serta standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48 Tahun 2009 mengenai pedoman budi daya buah dan sayur yang baik.

Berdasarkan data Dinas TPH Sulawesi Tengah, produksi durian di wilayah ini terus meningkat. Pada 2023, jumlah produksi mencapai 743.256 kuintal dari 1,2 juta lebih pohon produktif, naik signifikan dibandingkan 563.256 kuintal pada 2022.

Untuk kebutuhan ekspor, Sulawesi Tengah mengirimkan dua varian utama, yakni Montong dan Musang King.

Di masa mendatang, durian Parigi memiliki potensi besar untuk menjadi “Raja Durian” dari kawasan timur Indonesia.

Seiring meningkatnya permintaan ekspor dan pasar domestik, luas lahan durian di Sulawesi Tengah juga terus bertambah. Saat ini, lahan pertanian durian di daerah tersebut mencapai sekitar 30 ribu hektare.

Optimisme ini semakin kuat mengingat tren produksi durian nasional yang terus meningkat. Data BPS mencatat bahwa pada 2021, produksi durian Indonesia mencapai 1,35 juta ton, meningkat menjadi 1,58 juta ton pada 2022, dan kembali naik menjadi 1,85 juta ton pada 2023.

Saatnya durian Parigi Moutong memperkenalkan aroma khas dan kelezatannya ke pasar internasional, menjadikannya primadona baru di dunia durian.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *