News

Kesaksian Warga Ungkap Detik-detik Kebakaran Tebet Tewaskan 4 Orang

×

Kesaksian Warga Ungkap Detik-detik Kebakaran Tebet Tewaskan 4 Orang

Sebarkan artikel ini
SUTRIMO
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran maut menggemparkan warga kawasan Jalan Rasamala II, RT 06/RW 09, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026) dini hari. Empat orang tewas dalam insiden yang melanda sebuah rumah berlantai dua di kawasan perumahan tersebut.

Kesaksian warga mengungkap detik-detik mengerikan sebelum api melahap bangunan. Seorang warga bernama Sabrina mengatakan kebakaran diduga bermula dari lampu neon di bagian depan rumah yang mengalami korsleting.

Lampu tersebut disebut tiba-tiba meledak. Api kemudian menyambar kabel listrik yang berada di tiang sekitar lokasi hingga kobaran dengan cepat membesar.

“Awalnya dari lampu neon yang di rumah ini korsleting, terus meledak dan menyambar ke kabel listrik di tiang listrik sini. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekira pukul 02.50 WIB,” ujar Sabrina kepada wartawan, Senin (24/8).
Menurut Sabrina, api hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk membesar dan merambat ke bagian atas bangunan.

“Enggak sampai 10 menit tuh apinya udah makin gede, akhirnya nyamber ke belakang, ke atas,” tuturnya.

Suara ledakan dan kobaran api membuat warga terbangun. Sabrina mengaku langsung keluar rumah dan mendapati warga mulai berkerumun di sekitar lokasi untuk mencari pertolongan.

Situasi semakin mencekam karena rumah yang terbakar dihuni tiga orang, yakni pasangan suami istri lanjut usia dan seorang anak yang diperkirakan berusia 30-35 tahun.

“Setahu saya korban itu adanya di bawah. Kamarnya di bawah semua,” kata Sabrina.

Di sebelah rumah korban terdapat bangunan tempat usaha fotokopi yang bagian atasnya digunakan sebagai kos-kosan. Sejumlah penghuni kos disebut berusaha menyelamatkan diri ketika api mulai membesar.

Ada penghuni yang melompat dari sisi kiri dan kanan bangunan. Sementara seorang lainnya disebut nekat menerobos kobaran api untuk mencari jalan keluar.

Akses keluar dari rumah korban juga disebut hanya memiliki satu jalur. Kondisi tersebut membuat situasi semakin sulit ketika api dengan cepat menyebar.

Sabrina bahkan mengaku mendengar salah satu penghuni rumah berteriak meminta pertolongan saat kebakaran baru terjadi.

“Iya, si ibu saat ledakan pertama itu sudah minta tolong, ‘kebakaran’,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 15-20 menit setelah kejadian. Namun, menurut Sabrina, warga sempat mengalami kendala saat berusaha menghubungi petugas melalui telepon.

Warga akhirnya mendatangi langsung pihak pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Proses pemadaman dan evakuasi berlangsung sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 WIB.

Sebagian korban selamat maupun korban terdampak kemudian disebut dibawa ke sejumlah rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Namun, Sabrina mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi seluruh korban yang berhasil diselamatkan.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dengan 86 personel dikerahkan ke lokasi.

Tragedi tersebut akhirnya menelan korban jiwa. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka.

Penyebab pasti kebakaran masih menjadi perhatian dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *