Daerah

Asap Makin Pekat! 2.945 Hotspot Terpantau di Sumatra, Riau Ikut Membara

×

Asap Makin Pekat! 2.945 Hotspot Terpantau di Sumatra, Riau Ikut Membara

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo meninjau karhutla di Kubu Raya dan meminta penambahan pompa serta sumur bor untuk memperkuat pemadaman di lahan gambut. ([email protected])

KITAINDONESIASATU.COM – Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra semakin mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 2. 945 titik panas (hotspot)yang tersebar di 10 provinsi berdasarkan pembaruan data hingga Senin pukul 07.00 WIB.

Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, mencapai 1. 429 titik. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas panas masih mendominasi sejumlah wilayah di Sumatra di tengah ancaman karhutla dan kabut asap.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, Senin (24/8), mengatakan Riau berada di posisi berikutnya dengan 491 titik panas,  disusul Jambi 437 titik, Lampung 203 titik, Bangka Belitung 115 titik, Aceh 114 titik, Sumatra Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatra Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik.

Di Riau sendiri, ratusan hotspot tersebar di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah paling banyak ditemukan titik panas dengan 239 titik,  kemudian Indragiri Hilir 166 titik dan Bengkalis 30 titik.

Hotspot lainnya tersebar di Indragiri Hulu sebanyak 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, Kampar 9 titik, Rokan Hilir 8 titik, Siak 7 titik, Kuantan Singingi 4 titik, serta Kota Dumai 3 titik.

Dampak kabut asap mulai terasa di Pekanbaru. Pada Minggu (23/8) malam, jarak pandang dilaporkan hanya sekitar 2,5 kilometer dengan kondisi berasap.

Yang lebih mengkhawatirkan, kualitas udara berdasarkan parameter PM2.5 pada dini hari hingga pagi sempat masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kondisi tersebut turut berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) dari rumah bagi peserta didik.

Kebijakan tersebut untuk sementara diberlakukan selama satu hari, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Ancaman karhutla juga terlihat dari luas lahan yang terbakar. Dalam beberapa hari terakhir, Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 800 hektare.

Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan lahan terbakar paling luas, mencapai sekitar 471 hektare, disusul Pelalawan sekitar 300 hektare dan Kampar dengan luas puluhan hektare.

Dengan ribuan titik panas yang terus terpantau dan kualitas udara yang memburuk, ancaman kabut asap di Sumatra kini menjadi perhatian serius.

Pemerintah dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tersebut berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *