News

Kemarau Mengintai Jakarta, Pramono Anung Minta Jajaran Siapkan Langkah Mitigasi

×

Kemarau Mengintai Jakarta, Pramono Anung Minta Jajaran Siapkan Langkah Mitigasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Musim kemarau menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta seluruh jajarannya meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan langkah mitigasi sebelum berbagai persoalan akibat kemarau terjadi.

Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menjadi pembina Apel Jaga Jakarta dalam rangka Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Rabu (2/8).

Pramono menegaskan, Pemprov DKI tidak boleh hanya bergerak setelah masalah muncul. Setiap perangkat daerah diminta memahami potensi risiko sesuai tugas masing-masing dan memastikan sumber daya sudah tersedia ketika kondisi darurat terjadi.

“Dalam menghadapi kondisi ini, saya tidak ingin seluruh jajaran baru bergerak setelah persoalan terjadi,” ujar Pramono.

Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun hingga tingkat wilayah. Para pejabat dan jajaran di lapangan diminta mengenali karakteristik daerah masing-masing, termasuk memetakan kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan air bersih. Pramono meminta pelayanan air bersih tetap berjalan cepat dan tepat sasaran, termasuk memastikan sumber air alternatif, sarana distribusi, serta personel berada dalam kondisi siap.

“Pastikan ketersediaan sumber air lainnya, sarana distribusi, dan personel tetap terjaga. Berikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Tak hanya persoalan air, Pramono juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor. Seluruh unsur diminta tidak bekerja sendiri-sendiri ketika menghadapi dampak musim kemarau.

Koordinasi yang solid dinilai penting agar informasi di lapangan dapat tersampaikan dengan cepat dan setiap unsur bisa mengambil tindakan secara efektif.

Pramono bahkan meminta kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tidak hanya dilakukan ketika apel atau saat kondisi darurat. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi bagian dari budaya kerja dan tanggung jawab bersama.

Ia juga meminta sinergi dengan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus diperkuat. Pengawasan harus dilakukan terhadap sejumlah titik yang berpotensi mengalami kebakaran, stok pangan, hingga edukasi mengenai bahaya korsleting listrik di kawasan permukiman padat.

“Ke depan, sinergi bersama segenap unsur Forkopimda terus diperkuat dalam menghadapi dampak musim kemarau,” ungkapnya.

Kondisi kemarau sendiri berpotensi membawa sejumlah persoalan bagi Jakarta. Selain kekeringan dan keterbatasan air, cuaca panas dan kering juga dapat meningkatkan risiko kebakaran serta berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Kawasan permukiman padat menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi lingkungan yang kering ditambah kepadatan bangunan dan potensi korsleting listrik dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran.

Melalui Apel Jaga Jakarta tersebut, Pemprov DKI menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak dini. Seluruh jajaran diminta tidak menunggu persoalan membesar, melainkan bergerak berdasarkan pemetaan risiko dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *