KITAINDONESIASATU.COM– Tumpukan sampah di TPS Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah di sisi perlintasan kereta api Jalan MA Salmun, selama bertahun-tahun jadi masalah.
Namun, kini harapan baru muncul setelah ada upaya dari Kecamatan Bogor Tengah melalui Kelurahan Cibogor untuk menuntaskan masalah ini.
Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah mendatangkan Motah 5, mesin olah runtah (Cinerator) yang dikembangkan oleh Kodam Siliwangi.
Sekretaris Kecamatan Bogor Tengah, Asep Faizal, mengungkapkan bahwa mesin Motah merupakan solusi utama yang diharapkan dapat mengatasi tumpukan sampah di area tersebut.
“Mesin Motah ini bisa melebur sampah hingga 15 ton sehari dan sangat ramah lingkungan karena asap yang dihasilkan tidak berwarna hitam pekat dan tidak berbau,” ujarnya saat didampingi oleh Lurah Cibogor, Teguh Setiawan, Kamis 5 September 2024.
Asep juga menjelaskan bahwa dalam pengoperasian mesin ini tidak memerlukan bahan bakar tambahan.
“Sampah perlu dipilah, seperti kaleng dan kaca tidak boleh masuk agar tidak terjadi ledakan. Selain benda-benda tersebut, semuanya bisa dibakar, termasuk pampers yang langsung berubah menjadi abu. Sampah organik pun bisa diolah menjadi pakan maggot atau pupuk,” tambahnya.
Untuk membuktikan efektivitas mesin ini, Asep bersama tim dari kelurahan, LPM, RT, dan RW telah melakukan kunjungan ke Desa Bojongmas, Kabupaten Bandung.
“Hasilnya sangat luar biasa. Jika kita berhasil mendapatkan mesin ini, saya yakin masalah sampah di sekitaran Pasar Anyar bisa selesai,” tegas Asep.
Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk mengajukan hibah agar mesin tersebut dapat dimiliki. “Harga mesin ini sekitar Rp1,3 miliar jika dibeli, jadi kami mengupayakan untuk mendapatkannya melalui hibah,” jelas Asep.
Asep juga menambahkan bahwa kehadiran Motah 5 akan menjadikan Kecamatan Bogor Tengah sebagai pilot project dalam penanggulangan sampah di Kota Bogor. “Kami berharap bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam upaya penanganan sampah yang efektif dan ramah lingkungan,” tutupnya. (Nicko)
