Pendekatan Humanis dan Apresiasi Masyarakat
Operasi penertiban berlangsung lancar dengan pendekatan humanis. Para pelaku usaha informal dan kelompok rentan diberikan edukasi dan diarahkan untuk mendapatkan solusi sosial dari instansi terkait, seperti Dinas Sosial dan Dinas Koperasi UMKM.
Langkah ini mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Banyak warga mengaku senang karena selama ini kemacetan dan kesemrawutan di kawasan Weru-Trusmi cukup mengganggu, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Komitmen Forkopimda
Kapolresta Cirebon menegaskan bahwa penertiban serupa akan terus dilakukan secara berkala oleh Polresta Cirebon bersama instansi terkait.
“Kami hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami ingin memastikan Kabupaten Cirebon menjadi tempat yang aman, tertib, dan nyaman untuk semua,” tutup Kombes Pol Sumarni.
Kota Cirebon yang Lebih Tertib dan Modern
Penertiban di kawasan Weru dan Trusmi menjadi simbol kuat sinergi antarlembaga dalam rangka menata kota secara lebih baik.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Cirebon diharapkan tidak hanya dikenal sebagai kota budaya dan pusat batik nasional, tetapi juga sebagai wilayah dengan tata kelola ruang publik yang modern dan ramah wisatawan.***
