Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya mengganggu estetika kawasan wisata, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sentra batik Trusmi.
Kawasan Batik Trusmi Jadi Ikon Wisata Andalan
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menjelaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah untuk menciptakan ruang publik yang lebih tertib, aman, dan nyaman.
“Jalan harus digunakan sesuai fungsinya demi kepentingan umum. Kami akan bekerja sama dengan Pemkab Cirebon untuk mencarikan solusi bagi para pedagang dan menata sistem parkir agar lebih rapi,” ujar Sumarni.
Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, menambahkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan solusi berkelanjutan kepada para pedagang, termasuk relokasi ke tempat yang lebih layak. Selain itu, akan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.
“Langkah ini bagian dari upaya menjadikan Trusmi sebagai ikon wisata budaya Cirebon yang tertib, bersih, dan nyaman,” tambahnya.
Harapan Dandim dan Kajari
Dandim 0620/Kab. Cirebon, Letkol Inf. Mukhammad Yusron, menekankan pentingnya penertiban secara simultan dan berkelanjutan.
Menurutnya, langkah ini harus menjadi komitmen semua pihak agar aktivitas ilegal di bahu jalan dapat ditekan secara maksimal.
Sementara itu, Kajari Kabupaten Cirebon, Yudi Kurniawan, menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini. Ia percaya bahwa ketertiban di kawasan Trusmi akan berdampak positif bagi perekonomian daerah dan memperkuat citra Cirebon sebagai destinasi wisata budaya.
