News

Kapolres Lucu Tebar 200.000 Benih Ikan Lele dan Nila

×

Kapolres Lucu Tebar 200.000 Benih Ikan Lele dan Nila

Sebarkan artikel ini
akbp condro
Kapolres Serang AKBP Condro Sasongko saat mau keluar mobil melalui jendela

KITAINDONESIASATU.COM-Kepolisian Resor (Polres) Serang dan jajaran Polsek, secara serentak melakukan penebaran 200.000 bibit ikan lele dan nila ke dalam biolflok di masing-masing polsek. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program ketahan pangan.

 “Dari 200.000 bibit ikan yang disebar secara serentak di polres dan polsek, terdiri dari dua jenis ikan yaitu lele dan nila,” ungkap Kapolres Serang AKBP Condro Sasangko yang mandapat julukan Kapolres Lucu ini usai memimpin acara penebaran bibit ikan melalui zoom meeting, Jumat (15/11/2024).

Kegiatan ini, lanjut Condro, dilakukan sebagai wujud Polres Serang dan Polsek jajaran dalam mendukung program Asta Cita dan 100 hari kerja Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Guna mendukung program ketahanan pangan ini berhasil, pihaknya melakukan kerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Serang dengan memberikan pelatihan dan pendampingan terkait tata cara budidaya ikan yang baik dan benar. “Saya berharap tiga bulan kedepan, budidaya ikan lele sudah tumbuh besar dan harus bisa dipanen,” kata AKBP Condro Sasongko didampingi Kabagops Kompol Uka Subakti, Kabag SDM Kompol Agus Supriyadi serta Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Serang Rochyan Aglan.

Pencetus program “Halo Pak Kapolres” ini berharap gerakan yang digagas ini dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ketahanan pangan, serta menjadikan inspirasi bagi masyarakat lain untuk ikut serta dalam menjaga stabilitas pangan melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal. “Saya berharap gerakan ketahanan pangan ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk ikut serta dalam pemanfaatan lahan serta sumber daya lokal,” pinta Alumni Akpol 2005 ini.

Sementara Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Serang Rochyan Aglan mengatakan Pemerintah Kabupaten Serang mendukung program ketahanan pangan ini. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pendampingan agar pembesaran ikan lele dan nila ini berhasil baik.

“Kami mendukung program ketahanan pangan ini. Karena ini berkaitan dengan cara pemberian pada jumlah takaran pakan serta penyortiran, dari penyuluh perikanan nantinya akan melakukan pendampingan secara berkala,” kata Rochyan Aglan.

Lebih lanjut Rochyan menjelaskan untuk pembesaran ikan nila membutuhkan waktu 3,5 bulan untuk bisa dikonsumsi. Sedangkan untuk ikan lele setidaknya 3 bulan sudah bisa dipanen.“Untuk pembesaran dua jenis ikan ini membutuhkan waktu paling tidak 3 bulan. Insha Allah pada februari nanti, ikan-ikan sudah bisa dipanen dan dikonsumsi,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *