KITAINDONESIASASTU.COM – Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai bergerak merapikan kabel udara yang semrawut dan bergelantungan di sepanjang Jalan Kusuma Raya, Grogol Petamburan (Gropet), Rabu (1/7). Penataan sepanjang sekitar 1,5 kilometer itu dilakukan sebagai bagian dari program besar merelokasi jaringan utilitas ke bawah tanah demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan indah.
Sebanyak 18 personel Satuan Tugas (Satgas), lima petugas dari vendor, serta enam operator utilitas diterjunkan untuk mempercepat proses penataan kabel yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pengendali Prasarana dan Sarana Utilitas Kota (PSUK) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat, Suhadi, mengatakan relokasi jaringan utilitas tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghilangkan kabel udara yang dinilai mengganggu keselamatan dan estetika kota.
“Kami dari Sudin Bina Marga Jakarta Barat melaksanakan relokasi jaringan utilitas yang ada di kabel udara di wilayah Jalan Kusuma Raya sepanjang kurang lebih 1.500 meter,” ujar Suhadi.
Menurutnya, masih banyaknya kabel yang menjuntai dan tidak tertata rapi menjadi alasan utama dilakukannya penataan. Kondisi tersebut juga kerap memicu keluhan warga melalui laporan langsung maupun aplikasi CRM.
Karena itu, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat berkomitmen menata seluruh jaringan kabel udara yang semrawut agar kawasan perkotaan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman.
Suhadi menjelaskan, Jalan Kusuma Raya menjadi lokasi keempat dari enam titik penataan kabel udara yang masuk dalam program tahun 2025. Sebelumnya, pekerjaan serupa telah dilakukan di kawasan Kalideres, Kembangan, Kebon Jeruk, dan Palmerah.
Sementara itu, dua lokasi berikutnya yang akan ditangani berada di Jalan Puri Kembangan dan Jalan Katamso, Palmerah. Pekerjaan di kedua titik tersebut ditargetkan segera dimulai setelah penataan di Jalan Kusuma Raya rampung.
Ia menambahkan, panjang jaringan kabel yang ditata berbeda-beda di setiap wilayah, menyesuaikan kondisi lapangan. Penataan terpanjang sejauh ini dilakukan di Kalideres dengan panjang mencapai lima kilometer.
Ke depan, seluruh jaringan utilitas ditargetkan dipindahkan ke bawah tanah sehingga tidak lagi terlihat menggantung di atas jalan. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan akibat kabel udara sekaligus mempercantik wajah Jakarta.
Sebelumnya, Sudin Bina Marga Jakarta Barat bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (Apjatel) dan para pemilik jaringan utilitas juga tengah menggarap relokasi sekitar 7.960 meter kabel udara di sejumlah ruas jalan utama.
Relokasi tersebut meliputi Jalan Banda Raya sepanjang 2.500 meter, Jalan Tomang Raya 2.300 meter, Jalan KS Tubun 860 meter, serta ruas Jalan Joglo Raya–Jalan H. Muchtar Raya sepanjang 2.300 meter.
Program itu merupakan bagian dari tahap kedua relokasi jaringan utilitas 2025/2026. Seluruh kabel akan dipindahkan terlebih dahulu ke jaringan bawah tanah sebelum dilakukan pemotongan kabel udara, sehingga layanan telekomunikasi masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan. (*)
