KITAINDONESIASATU.COM – Nilai impor minyak dan gas (migas) Indonesia mengalami kenaikan signifikan pada Mei 2026.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), impor migas Indonesia mencapai US$4,51 miliar atau meningkat 70,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menunjukkan kebutuhan energi dalam negeri masih cukup tinggi, terutama untuk memenuhi konsumsi minyak dan produk turunannya.
Secara akumulatif, impor migas Indonesia sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai US$17,45 miliar. Angka ini naik 27,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Singapura menjadi negara asal impor migas terbesar bagi Indonesia dengan nilai mencapai US$5,1 miliar. Kontribusi tersebut menjadi bagian terbesar dari total impor migas Indonesia selama lima bulan pertama tahun ini.
Negara Pemasok Impor Migas Terbesar ke Indonesia
Selain Singapura, Malaysia menjadi negara kedua dengan nilai impor migas terbesar. Impor dari Malaysia tercatat sekitar US$3,6 miliar, disusul Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$1,4 miliar.
Komposisi negara pemasok migas Indonesia secara umum masih sama seperti periode sebelumnya. Namun, terdapat perubahan dengan munculnya Brasil sebagai salah satu pemasok utama, khususnya untuk kebutuhan minyak mentah.
Peningkatan impor migas ini menjadi perhatian karena sektor energi memiliki pengaruh besar terhadap kondisi perdagangan nasional.
Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat memberikan tekanan terhadap neraca perdagangan apabila tidak diimbangi dengan peningkatan ekspor.




