KITAINDONESIASATU.COM – Warga Malang masih perlu mempersiapkan diri menghadapi udara dingin yang diperkirakan bertahan hingga beberapa bulan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena bediding akan terus terjadi selama puncak musim kemarau, yaitu hingga September 2026.
Pada periode tersebut, suhu udara di Kota Malang diperkirakan tetap berada di kisaran 15 derajat Celsius, bahkan dapat lebih rendah di sejumlah wilayah dataran tinggi.
Fenomena ini merupakan kondisi yang umum terjadi setiap musim kemarau dan dipengaruhi oleh angin monsun Australia yang membawa massa udara dingin serta kering menuju wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut membuat udara terasa lebih sejuk, terutama pada malam hingga dini hari.
BMKG: Letak Geografis Malang Perkuat Efek Udara Dingin
BMKG menjelaskan bahwa minimnya tutupan awan selama musim kemarau turut mempercepat penurunan suhu udara.
Pada siang hari, permukaan bumi menyerap panas matahari secara maksimal. Namun ketika malam tiba, panas tersebut dilepaskan kembali ke atmosfer sehingga suhu turun secara signifikan.
Karakteristik geografis Malang juga menjadi faktor utama yang membuat wilayah ini terasa lebih dingin dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.
Sebagian besar wilayah Malang berada di dataran tinggi, sementara kawasan Batu memiliki elevasi yang lebih tinggi sehingga suhu udaranya cenderung lebih rendah.
