KITAINDONESIASATU.COM – Keracunan massal dialami pelajar dan santri di tiga kabupaten di Jawa Timur beberapa hari terakhir tercatat mencapai 1.016 santri dan pelajar yang tersebar di Kabupaten Sidoarjo, Jombang dan Nganjuk, Jumat (4/9/2026).
Dari berbagai informasi yang diperoleh mengungkapkan peristiwa keracunan massal itu diduga setelah menyantap menu Makan Bergizi (MBG) pada rentan waktu hari Rabu (2/9/2026).
Dari catatan yang diperoleh keracunan terbanyak terjadi di wilayah Kabupaten Sidoarjo menimpa para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin berjumlah sebanyak 730 santri setela menerima pasokan MBG dari SPPG Kalitengah.
Akibat peristiwa ini kegiatan belajar mengajar di Ponpes ini untuk sementara diberhentikan berdasarkan instruksi Bupati Sidoarjo Subandi, para santri diperbolehkan pulang sementara apabila dijemput oleh keluarganya, namun sebagian santri tetap berada di pondok.
Informasi ini diperoleh dari Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina dari jumlah itu sebanyak 23 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan sisanya menjalani rawat jalan.
“Dari data yang kami himpun, ada 730 santri dan siswa yang terdampak kasus keracunan ini. Beberapa dirawat di rumah sakit, ada juga ke fasyankes lainnya,” kata Lakhsmie saat dikonfirmasi suarasurabaya.net, Kamis sore.
Sementara keracunan di Kabupaten Jombang terjadi di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang sebanyak 256 warga sekolah tersebut mengalami keluhan kesehatan setelah menyantam MBG.
Menurut Kepala Dinkes Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada jumlah tersebut melalui hasil validasi hingga Kamis (3/9/2026), namun sebagian besar dari mereka berobat mandiri karena gejala bertahap sejak Rabu (2/9/2026) sore.
Sementara kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Nganjuk dialami pelajar SMAN 3 Nganjuk juga mengalami gejala yang sama setelah mengonsumsi menu MBG yang disediakan SPPG Nganjuk.
Menu yang disajikan saat itu menurut informasi terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, acar timun dan buah semangka yang mereka konsumsi pada Rabu (2/9/2026).
Setelah mengalami gejala ‘keracunan’ para siswa kemudian dilarikan ke RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara Nganjuk dan RS Islam Aisyiyah dengan gejala pusing, mual dan muntah.
Para siswa diperkirakan mengonsumsi makanan sekitar pukul 10:00 WIB beberapa jam kemudian sekitar pukul 14:00 WIB mereka mulai merasakan gajala-gejala itu.
Jumlah siswa seluruhnya berjumlah 100 orang tidak hanya berasal dari SMAN 3 Nganjuk saja akan tetapi juga berasal dari sekolah lain yang semulau berjumlah 74 orang kini bertambah menjadi 100 orang, informasi itu di dapatkan dari Wagub Jati Emil Elestianto Dardak.
Berikut daftar jumlah pelajar dan santri yang keracunan, Kabupaten Sidoarjo 730 orang santri dan pelajar, Jombang 256 orang dan Nganjuk 100 orang hingga jumlah keseluruhan mencapai 1016 orang. **





