“Insyaallah, kami bersama Pak Kapolres juga sudah berkoordinasi terkait penempatan UMKM dan kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat,” ujar Dadang.
Menurutnya, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya membutuhkan kesiapan venue dan pengamanan. Kehadiran event internasional tersebut juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan progres persiapan yang telah mencapai 80-90 persen, pekerjaan yang masih tersisa ditargetkan selesai dalam dua hari.
Pemerintah Kabupaten Bandung bersama unsur terkait pun terus mematangkan berbagai kebutuhan agar persiapan Stadion Si Jalak Harupat untuk FIFA ASEAN Cup 2026 berjalan sesuai rencana.***





