KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan kembali terjadi di Jalan Raya Kalitidu-Ngasem, Kabupaten Bojonegoro menewaskan seorang pelajar di bawah umur, Jumat (17/10/2025) pukul 06:20 WIB.
Kecelakaan mengerikan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Supra S 4193 JOQ bertabrakan dengan pengendara Honda Vario S 3025 ABM dikemudikan pelajar di bawah umur berinisial FP (16) warga Kolong, Ngasem, Bojonegoro.
Akibat peristiwa itu FT meninggal dunia di tempat kejadian kecelakaan sementara MW (15) temannya mengalami luka-luka hingga dilarikan ke PKU Muhammadiyah Kalitidu, Bojonegoro untuk perawatan medis.
Menurut informasi yang diperoleh dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama dari keterangan para saksi mengungkapkan berawal dari pengendara Honda Supra yang dikemudikan Rasid (60) warga Bareng, Ngasem berboncengan dengan Sq (13) melaju dari arah Selatan ke Utara.
Di tengah perjalanan Rasid hendak berbelok ke kanan menuju SPBU Mini dengan menyalakan sein ke kanan sebagai tanda isyarat hendak berbelok ke kanan.
Namun dari arah yang sama atau dari arah belakang melaju pengendara sepeda motor anak di bawah umur berboncengan dengan temannya, karena jarak yang terlalu dekat sementara kendaraan Rasid sudah berbelok hingga terjadi tabrakan.
Kendaraan Rasid dihantam dari samping belakang oleh pengendara sepeda motor FP dengan kencang hingga kendaraan Honda Vario terpental dan keduanya terlepas dari sepeda motor dan jatuh ke aspal jalan.
Kerasnya bentudan yang terjadi menyebabkan pengemudi sepeda motor Vario tewas di tempat kejadian kecelakaan sementara temannya yang dibonceng selamat, namun mengalami luka-luka serius langsung dilarikan ke rumah sakit.
Petugas kepolisian yang datang langsung mengamankan lokasi dan kendaraan yang terlibat kecelakaan hingga melakukan olah tempat kejadian perkara serta memintai keterangan kepada para saksi.
Ipda Septian berpesan kepada para orangtua agar tidak mengizinkan putra-putrinya mengendarai sepeda motor di jalan rakaya, karena bisa membahayakan dirinya sendiri hingga membahayakan orang lain.
Menurut Septian anak-anak cara berfikirnya belum stabil dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sehingga tidak memiliki bekal berkendara, sehingga berbahaya jika dilepas sendirian di jalan raya, bisa berakibat fatal. **


