KITAINDONESIASATU.COM – Ukraina mengubah strategi dalam menghadapi invasi Rusia dengan meningkatkan serangan drone ke pusat-pusat logistik dan industri yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung operasional militer Moskow.
Langkah terbaru ini menandai pergeseran fokus dari infrastruktur energi menuju fasilitas distribusi dan rantai pasok yang dianggap menopang kemampuan Rusia dalam mempertahankan perang yang telah berlangsung hampir empat setengah tahun.
Salah satu target yang menjadi perhatian adalah gudang milik Wildberries, perusahaan e-commerce terbesar di Rusia.
Setelah serangan drone terjadi di wilayah Ryazan, perusahaan tersebut mengonfirmasi telah mengevakuasi fasilitas logistiknya demi alasan keamanan.
Pemerintah Ukraina menyebut sejumlah lokasi yang diserang diduga memiliki keterkaitan dengan distribusi komponen drone, perangkat navigasi, dan perlengkapan yang digunakan untuk kepentingan militer Rusia.
Serangan Logistik Dinilai Tingkatkan Tekanan terhadap Ekonomi Rusia
Perubahan strategi Ukraina diperkirakan tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan, tetapi juga aktivitas ekonomi Rusia.
Gangguan terhadap pusat distribusi berpotensi memperlambat rantai pasok, meningkatkan biaya operasional perusahaan, serta memberikan tekanan tambahan kepada pelaku usaha yang sebelumnya telah menghadapi berbagai tantangan akibat sanksi internasional dan perlambatan ekonomi.
Sejumlah analis menilai kondisi ekonomi Rusia kini semakin rentan karena pertumbuhan industri mulai melambat.
Situasi tersebut diperparah oleh tekanan pada sektor logistik dan meningkatnya biaya yang harus ditanggung perusahaan dalam menjaga operasional bisnis di tengah konflik.





