KITAINDONESIASATU.COM – Ukraina kembali melancarkan serangan udara menggunakan ratusan pesawat nirawak atau drone ke wilayah Rusia.
Serangan yang berlangsung pada malam hingga dini hari itu disebut menjadi salah satu operasi terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan terjadi menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.
Otoritas Rusia mengklaim sebagian besar drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai ibu kota Moskow.
Meski demikian, sejumlah wilayah dilaporkan tetap mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, menandai terus meningkatnya eskalasi konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Rusia Klaim Cegat Ratusan Drone, Serangan Balasan Terus Berlanjut
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyatakan lebih dari tiga ratus sembilan puluh drone mengarah ke wilayah Moskow dalam semalam.
Menurut pemerintah setempat, puluhan drone berhasil dihancurkan saat mendekati ibu kota, sementara sebagian besar lainnya dinetralisasi sebelum memasuki kawasan perkotaan.
Selain Moskow, Gubernur Wilayah Moskow juga melaporkan adanya kerusakan pada sejumlah bangunan permukiman di beberapa daerah akibat dampak serangan. Sebelumnya, Rusia juga mengklaim telah mencegat ratusan drone Ukraina dalam serangan lain yang terjadi sehari sebelumnya. Insiden tersebut menyebabkan korban jiwa dan memicu kebakaran di sejumlah lokasi.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pasukannya telah menyerang sejumlah fasilitas strategis di wilayah Rusia, termasuk terminal ekspor dan fasilitas penyimpanan minyak yang berada jauh dari garis depan pertempuran.
Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar bersedia melanjutkan proses perundingan damai.





