“Iran telah setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Ia juga membantah rumor yang beredar mengenai dugaan pembayaran dana sebesar 300 juta dolar AS kepada Iran. Trump menyebut informasi tersebut sebagai berita palsu dan tidak memiliki dasar fakta.
Sementara itu, Wakil Presiden AS, J. D. Vance, turut memberikan klarifikasi bahwa tidak ada dana pembayar pajak Amerika yang akan diberikan kepada Iran sebagai bagian dari kesepakatan awal tersebut.
Meski demikian, sejumlah pengamat dan kritikus masih mempertanyakan detail implementasi kesepakatan tersebut.
Mereka menilai masih banyak aspek yang perlu diperjelas, termasuk komitmen jangka panjang Iran serta mekanisme verifikasi internasional terhadap program nuklirnya.
Di sisi lain, pernyataan sejumlah tokoh politik juga memunculkan perdebatan terkait dampak kesepakatan ini terhadap konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Lebanon, Suriah, dan Israel.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi secara rinci mengenai seluruh isi kerangka kesepakatan yang diumumkan oleh Trump.


