KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.
Kinerja positif ini dipengaruhi oleh sentimen global yang membaik setelah muncul kabar rencana perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut berhasil meningkatkan optimisme pelaku pasar dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.
IHSG ditutup melonjak 4,12 persen ke level 6.254,96. Di saat yang sama, rupiah juga menguat 0,85 persen terhadap dolar Amerika Serikat hingga berada di kisaran Rp17.708 per dolar AS.
Penguatan kedua instrumen ini menunjukkan respons positif pasar terhadap perkembangan geopolitik yang dinilai mampu meredakan ketidakpastian ekonomi global.
Sentimen Global dan Domestik Jadi Pendorong IHSG dan Rupiah
Membaiknya hubungan AS dan Iran membuka peluang kembali beroperasinya Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi dunia.
Harapan tersebut membuat harga minyak mentah turun dan mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global.’ Dampaknya, investor kembali masuk ke pasar saham dan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, penguatan pasar juga ditopang sejumlah kebijakan pemerintah serta langkah Bank Indonesia yang sebelumnya menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas rupiah.




