KITAINDONESIASATU.COM – Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Pondok Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/6), tak hanya menjadi ajang syiar Islam yang meriah, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi masyarakat. Lonjakan permintaan sewa kendaraan odong-odong hingga ramainya pelaku UMKM menjadi bukti nyata perputaran ekonomi yang tercipta dari acara tersebut.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengungkapkan bahwa pawai kendaraan hias yang diikuti ratusan peserta itu memberikan dampak positif di berbagai sektor. Menurutnya, mayoritas kendaraan yang digunakan dalam iring-iringan merupakan odong-odong sewaan yang seluruhnya laris digunakan untuk memeriahkan acara.
“Pawai ini memberikan banyak manfaat. Selain menjadi sarana syiar Islam, kegiatan ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kendaraan hias yang digunakan sebagian besar merupakan odong-odong dan semuanya terpakai,” ujar Munjirin saat menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, kendaraan yang ikut dalam pawai tidak hanya berasal dari wilayah Kecamatan Cipayung, tetapi juga didatangkan dari berbagai kawasan lain di Jakarta Timur. Tingginya kebutuhan armada membuat para pelaku usaha penyewaan odong-odong menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan.
Menurut Munjirin, antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan juga membawa keuntungan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Banyaknya pengunjung yang datang menciptakan peluang besar bagi pedagang untuk meningkatkan omzet penjualan selama acara berlangsung.
“Ramai sekali, baik dari Cipayung maupun wilayah lain. Semua kendaraan terpakai dan roda perekonomian ikut bergerak,” katanya.
Ia menilai kegiatan keagamaan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu instrumen efektif untuk menggerakkan ekonomi lokal. Karena itu, Munjirin berharap peringatan Tahun Baru Islam dengan konsep kreatif seperti ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda yang lebih besar pada tahun-tahun mendatang.
Munjirin juga mendorong berbagai lembaga dan komunitas untuk ikut menyelenggarakan kegiatan serupa agar manfaatnya semakin luas, tidak hanya dari sisi sosial dan keagamaan, tetapi juga dalam mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Dalam pawai tahunan tersebut, sebanyak 125 kendaraan hias turut ambil bagian dengan menampilkan dekorasi bernuansa Islami yang memukau. Beragam ornamen seperti kaligrafi, miniatur masjid, hingga pesan-pesan keagamaan menghiasi kendaraan dan sukses menarik perhatian warga sepanjang rute pawai.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran ratusan peserta dan masyarakat yang memadati area kegiatan, menjadikan perayaan Tahun Baru Islam kali ini tidak hanya meriah, tetapi juga berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga. (*)




