Iran tetap menyatakan memiliki kendali atas wilayah tersebut, sementara Amerika Serikat menilai Selat Hormuz merupakan jalur internasional yang tidak dapat dikenai tarif sepihak.
Perbedaan pandangan ini menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses diplomasi kedua negara. Di sisi lain, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai pulih meski belum kembali ke kondisi normal.
Organisasi maritim internasional juga melakukan koordinasi untuk membantu ribuan pelaut yang terdampak akibat gangguan pelayaran selama konflik.(*)


