KITAINDONESIASATU.COM – Serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan Rusia kembali mengguncang Ukraina.
Kali ini, ibu kota Kyiv beserta wilayah di sekitarnya menjadi sasaran serangan yang mengakibatkan sedikitnya 17 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Insiden tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir dan memperlihatkan meningkatnya intensitas konflik antara kedua negara.
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut juga memicu kebakaran di sejumlah titik serta merusak berbagai bangunan di kawasan terdampak. Pemerintah Ukraina terus berupaya melakukan evakuasi warga dan penanganan korban di lokasi kejadian.
Ukraina Desak Tambahan Sistem Pertahanan Udara
Serangan terbaru ini disebut menggunakan rudal balistik yang memiliki kecepatan tinggi sehingga sulit dicegat oleh sistem pertahanan udara yang dimiliki Ukraina.
Otoritas setempat mengungkapkan tidak ada satu pun rudal yang berhasil dihancurkan sebelum mencapai target. Kondisi tersebut membuat dampak serangan menjadi jauh lebih besar dibandingkan serangan sebelumnya.
Selain korban meninggal, lebih dari 40 orang dilaporkan mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat cedera. Tim penyelamat langsung diterjunkan untuk mengevakuasi warga dari bangunan yang rusak dan memadamkan api yang muncul di beberapa lokasi.
Asap pekat terlihat membumbung tinggi di langit Kyiv sejak dini hari, sementara suara ledakan terdengar di sejumlah wilayah ibu kota.
Pemerintah Ukraina kembali mendesak negara-negara mitra untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, terutama rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat.
Menurut pihak berwenang, tambahan sistem pertahanan dinilai penting untuk melindungi warga sipil dari serangan rudal balistik yang semakin sering terjadi.





