Internasional

Rudal Balistik Houthi Hantam Pasukan Yaman, 17 Tentara Tewas dalam Serangan Besar

×

Rudal Balistik Houthi Hantam Pasukan Yaman, 17 Tentara Tewas dalam Serangan Besar

Sebarkan artikel ini
rudal balistik Iran
Ilustrasi rudal balistik. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Sedikitnya 17 tentara dan perwira Yaman tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka setelah kelompok Houthi melancarkan serangan besar menggunakan rudal balistik, dan drone bermuatan bahan peledak, Jumat (7/8).

Komando Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Yaman mengungkapkan, serangan tersebut menyasar pasukan pemerintah yang tengah menjalankan operasi untuk memberantas terorisme, kejahatan terorganisasi, serta jaringan penyelundupan senjata dan narkoba yang diduga memasok kelompok Houthi.

Pemerintah Yaman menyatakan telah memerintahkan langkah-langkah darurat guna mencegah serangan serupa kembali terjadi sekaligus menyiapkan respons yang lebih kuat. Namun, pihak militer belum merinci strategi yang akan diterapkan.

Korban terbaru ini muncul sehari setelah Pasukan Darurat pemerintah melaporkan adanya korban jiwa dan kerusakan di sejumlah kamp serta instalasi militer akibat rentetan serangan Houthi, meski saat itu belum mengungkap jumlah korban secara resmi.

Media lokal menyebut serangan menghantam posisi pasukan pemerintah di wilayah Marib, dan Hadramawt, dua kawasan strategis yang masih menjadi titik panas konflik berkepanjangan di Yaman.

Tak lama berselang, kelompok Houthi mengklaim bertanggungjawab atas operasi tersebut. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan pihaknya melancarkan operasi militer berskala besar terhadap pasukan yang didukung Arab Saudi di kawasan Al-Ruwaik, Al-Abr, Al-Thaniyah, serta beberapa kamp militer lainnya.

Menurut Saree, operasi itu melibatkan gelombang serangan menggunakan rudal balistik dan puluhan drone tempur yang menghantam sejumlah target secara bersamaan.

Serangan terbaru ini memperlihatkan eskalasi konflik yang kembali meningkat setelah bentrokan sporadis di berbagai garis depan sejak awal Juli telah menewaskan dan melukai puluhan personel dari kedua kubu.

Meski intensitas perang sempat menurun sejak gencatan senjata pada April 2022, konflik Yaman yang telah berlangsung lebih dari 11 tahun masih jauh dari kata usai. Perang tersebut mempertemukan pemerintah Yaman yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dengan kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran.

Hingga kini, Houthi masih menguasai ibu kota Sanaa beserta sejumlah wilayah penting lainnya sejak merebutnya pada September 2014, menjadikan konflik Yaman sebagai salah satu krisis kemanusiaan dan keamanan paling berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. (Sumber: Anadolu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *