Selain rudal Hellfire, pasukan AS juga dilaporkan menggunakan senapan mesin berat untuk menghalau kapal cepat Iran.
Presiden Donald Trump kemudian menyebut insiden tersebut sebagai “pertemuan ringan”.
Meski begitu, Trump memperingatkan bahwa militer AS siap melancarkan serangan tambahan apabila Iran tidak segera menyepakati proposal yang sedang dinegosiasikan.
Sebelumnya, AS dan Iran diketahui mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 8 April guna membuka jalur perundingan diplomatik.
Washington saat ini masih menunggu respons resmi Teheran terkait proposal penghentian konflik yang diajukan melalui jalur mediasi.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan keputusan akhir Iran akan disampaikan melalui mediator setelah proses peninjauan selesai dilakukan.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak global.
Setiap peningkatan tensi di kawasan tersebut kerap memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia.***
