KITAINDONESIASATU.COM – Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Militer Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak.
Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan Iran setelah serangan militer Amerika Serikat menewaskan sejumlah orang dalam sebuah acara pernikahan di wilayah Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan pasukan mereka menyerang sejumlah lokasi yang dianggap sebagai pusat komando dan pangkalan militer Amerika.
Dalam pernyataannya pada Rabu (2/9), IRGC menyebut pasukan darat mereka melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone.
Salah satu sasaran yang disebut menjadi target adalah markas dan lokasi komando Amerika Serikat di Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.
IRGC juga menyatakan serangan dilakukan terhadap sejumlah pangkalan Amerika di Yordania, Erbil di Irak, serta Bahrain.
“Sebagai tanggapan atas kejahatan ini, para pejuang pemberani dari pasukan darat IRGC, bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Erbil (Irak), dan Bahrain, hari ini meluncurkan serangan ke markas besar dan lokasi komando AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone),” demikian pernyataan IRGC.
Iran menyebut serangan balasan tersebut menyebabkan sejumlah korban di pihak Amerika. Namun, jumlah dan identitas korban belum dijelaskan secara rinci dalam laporan tersebut.
Aksi militer Iran tersebut terjadi setelah serangan Amerika Serikat terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, wilayah yang berada di kawasan Selat Hormuz.
Serangan yang terjadi pada Selasa itu dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
Jumlah korban luka kemudian dilaporkan terus bertambah.
Wakil Gubernur Hormozgan, Ahmad Nafisi menyebut, jumlah korban luka akibat serangan Amerika Serikat tersebut telah mencapai 68 orang.
“Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68,” kata Nafisi seperti dikutip kantor berita pemerintah, Selasa (1/9).
Sebelumnya, Nafisi menyampaikan bahwa korban tewas dalam serangan terhadap acara pernikahan tersebut mencapai empat orang.
Dengan bertambahnya laporan korban, serangan tersebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pangkalan AS Jadi Sasaran
Serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika di sejumlah negara menunjukkan eskalasi konflik yang semakin meluas.
Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak menjadi lokasi yang disebut dalam pernyataan IRGC sebagai sasaran serangan. Keempat negara tersebut diketahui memiliki keberadaan atau fasilitas yang berkaitan dengan kepentingan militer Amerika Serikat di kawasan.
IRGC menyatakan operasi dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan drone.
Meski demikian, rincian mengenai jenis senjata, tingkat kerusakan pangkalan, serta jumlah korban akibat serangan Iran masih belum sepenuhnya terungkap.
Perkembangan ini membuat perhatian dunia kembali tertuju ke kawasan Timur Tengah, khususnya wilayah sekitar Teluk dan Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis. (Sumber: Sputnik)





