Internasional

Darurat Kabut Asap Dicabut, Malaysia Masih Dicekam Polusi! Serian dan Samarahan Belum Aman

×

Darurat Kabut Asap Dicabut, Malaysia Masih Dicekam Polusi! Serian dan Samarahan Belum Aman

Sebarkan artikel ini
r8p44nhinkgy36g

KITAINDONESIASATU.COM – Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong, Sultan Ibrahim, resmi mencabut penetapan keadaan darurat akibat kabut asap di seluruh Wilayah Serian, Sarawak, pada Senin (7/9).

Keputusan tersebut diambil setelah Sultan Ibrahim menerima masukan dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dan Premier Sarawak, Abang Abdul Rahman Zohari. Sejumlah lembaga terkait juga menyampaikan bahwa Indeks Pencemaran Udara (IPU) di Serian sudah tidak lagi berada pada level yang membahayakan.

Meski status darurat telah dicabut, persoalan kabut asap belum sepenuhnya berakhir. Sejumlah wilayah di Sarawak, khususnya Serian dan Samarahan, masih menghadapi kualitas udara pada kategori sangat tidak sehat.

Pemerintah Malaysia bersama Pemerintah Negara Bagian Sarawak pun masih terus memantau perkembangan indeks pencemaran udara serta kondisi kabut asap di wilayah terdampak.

Masyarakat yang berada di kawasan dengan kualitas udara buruk juga diminta tidak lengah. Pemerintah menyarankan warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengikuti seluruh arahan yang dikeluarkan otoritas setempat.

“Warga di daerah yang terdampak disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu mematuhi instruksi dari pihak berwenang,” demikian pernyataan Kantor Perdana Menteri Malaysia.

Sebelumnya, Sultan Ibrahim menetapkan keadaan darurat di seluruh Wilayah Serian pada Sabtu (5/9). Langkah tersebut diambil setelah kabut asap mencapai tingkat pencemaran yang dinilai membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, Malaysia juga melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kabut asap. Salah satunya melalui operasi penyemaian awan selama tiga hari di bagian timur Sarawak yang dimulai pada Kamis (3/9).

Operasi tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan ketinggian air bendungan sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang melanda wilayah tersebut.

Dalam upaya penanganan kabut asap, Malaysia juga meminta izin menggunakan wilayah udara Indonesia untuk mendukung operasi penyemaian awan.

Langkah tersebut dilakukan di tengah persoalan kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia.

Pemerintah Indonesia pun menyatakan terus berkomunikasi dengan negara-negara di kawasan terkait persoalan kabut asap.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, Indonesia memanfaatkan mekanisme ASEAN sebagai bagian dari upaya bersama menangani dampak kabut asap lintas batas.

Meski status darurat di Serian kini telah dicabut, kondisi udara di sejumlah wilayah Sarawak masih menjadi perhatian. Warga pun diminta tetap waspada sampai kualitas udara benar-benar membaik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *