KITAINDONESIASATU.COM – China akhirnya menyampaikan sikap terkait meningkatnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Eskalasi terjadi setelah kedua negara saling melancarkan serangan udara yang berkaitan dengan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi penghubung utama perdagangan energi dunia.
Pemerintah China menilai stabilitas di Selat Hormuz memiliki arti penting bagi seluruh negara karena kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran internasional.
Beijing juga menekankan pentingnya menjaga arus pelayaran tetap bebas, aman, dan tidak terganggu oleh konflik bersenjata yang terus memanas.
Ketegangan Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia
Pernyataan tersebut muncul setelah Iran sebelumnya menyampaikan rencana pemberlakuan tarif baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Meski demikian, Tehran disebut akan memberikan perlakuan khusus kepada China dan sejumlah negara yang dianggap memiliki hubungan baik.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan gelombang terbaru serangan terhadap puluhan target di Iran menggunakan pesawat tempur, kapal perang, dan drone.
Washington menyatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Oman, dan Kuwait menggunakan rudal serta drone.





