KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat setelah pemimpin Houthi mengancam akan menyerang fasilitas minyak serta infrastruktur vital milik Arab Saudi apabila konflik terus berkembang.
Ancaman tersebut muncul beberapa hari setelah Bandara Sanaa yang berada di bawah kendali Houthi menjadi sasaran serangan udara yang memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan itu menambah daftar ketegangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kelompok Houthi menuduh Arab Saudi berada di balik serangan terhadap Bandara Sanaa.
Sebagai balasan, Houthi meluncurkan serangan rudal yang menargetkan sebuah bandara di wilayah Arab Saudi. Rangkaian aksi saling serang tersebut menjadi eskalasi paling serius sejak kedua pihak menyepakati gencatan senjata pada 2022.
Konflik Arab Saudi dan Houthi Kembali Memanas
Pemimpin Houthi juga memperingatkan bahwa bandara dan pelabuhan di Arab Saudi dapat menjadi sasaran apabila serangan terhadap wilayah yang mereka kuasai terus berlanjut.
Di sisi lain, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan operasi militer dilakukan untuk mencegah pesawat asal Iran mendarat di Bandara Sanaa.
Selama bertahun-tahun, penerbangan yang memasuki wilayah udara Yaman harus memperoleh izin dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
Kebijakan tersebut diterapkan atas permintaan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Namun, kelompok Houthi bersama Iran tetap mengupayakan penerbangan langsung ke Sanaa sehingga memicu ketegangan baru.





