KITAINDONESUASATU.COM – Dua astronot NASA Amerika, Butch Wilmore dan Sunita Williams masih terjebak di ruang angkasa.
Keduanya tak bisa berbuat apa-apa karena kebocoran tabung helium pada pesawat Boeing Starliner yang terjadi.
Kebocoran ini menyebabkan lima dari 28 mesin pendorong mati, dan pesawat hanya memiliki helium yang cukup untuk berada di luar angkasa selama beberapa hari saj.
Untuk menjemput mereka pulang kembali tertunda, memungkinkan tim NASA dan Boeing melakukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut sebelum mereka dapat kembali ke Bumi.
Astronot NASA Butch Wilmore dan Sunita Williams mulai terjebak di luar angkasa pada tanggal 5 Juni 2024, ketika pesawat ruang angkasa Boeing Starliner yang mereka tumpangi mengalami kebocoran helium.
Mereka seharusnya hanya berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) selama delapan hari, tetapi karena kerusakan pada sistem pendorong, mereka tidak dapat kembali ke Bumi dan harus tetap di ISS hingga Februari 2025.
Mereka akan kembali dengan SpaceX Crew Dragon, diperkirakan Februari – memperpanjang masa tinggal misi kedua astronot tersebut dari delapan hari di ISS menjadi delapan bulan.
Inilah risiko dan tantangan astronot ketika harus lebih lama berada di ruang angkasa:
Kurangnya Gravitasi
Gravitasi di luar angkasa sangat rendah, membuat tugas-tugas sederhana seperti CPR menjadi sulit. Astronot harus menggunakan sabuk pengaman untuk menahan pasien dan menghadapi efek gaya berat mikro pada darah.
Kesehatan dan Medis
Penyakit di luar angkasa lebih rentan menyerang karena kurangnya gravitasi. Operasi darurat di luar angkasa sangat menantang karena darah mungkin menempel pada instrumen dan tetesan darah mengambang, membatasi pandangan ahli bedah.
Kesendirian dan Depresi
Astronot mengalami kesendirian yang signifikan karena jarak yang sangat jauh dari rumah dan tanpa interaksi sosial. Hal ini dapat menyebabkan depresi dan perubahan suasana hati.
Radiasi Tingkat Tinggi
Mars memiliki atmosfer yang tipis, sehingga tidak ada pelindung yang cukup kuat untuk radiasi matahari dan sinar kosmik. Radiasi ini dapat merusak pesawat ruang angkasa dan tubuh astronaut.
Cuaca Dingin
Perjalanan ke Mars memakan waktu sekitar sembilan bulan, dan cuaca di Mars sangat dingin dan kasar. Gravitasi di Mars hanya sekitar 62% dari gravitasi di Bumi, yang membuat berbagai tugas menjadi lebih sulit.
Sistem Pendorong
Kebocoran sistem pendorong, seperti yang dialami oleh astronot Butch Wilmore dan Sunita Williams, dapat menyebabkan pesawat tidak dapat kembali ke Bumi dengan waktu yang dijadwalkan. Hal ini memerlukan pemeriksaan dan analisis lebih lanjut sebelum mereka dapat kembali ke Bumi. *
