News

Heboh! Rahayu Saraswati Mundur dari DPR Usai Kontroversi Podcast: Mengapa dan Siapa Dia?

×

Heboh! Rahayu Saraswati Mundur dari DPR Usai Kontroversi Podcast: Mengapa dan Siapa Dia?

Sebarkan artikel ini
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mundur dari DPR RI (tangkap layar IG)

KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, resmi mundur dari DPR setelah kontroversi pernyataan kontroversial dalam sebuah podcast.

Dalam video viral di Instagram, ia memohon maaf dan akui ucapannya menyakiti masyarakat, terutama anak muda. Simak kronologi, konteks, dan reaksi publik!

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, membuat kejutan publik dengan mengumumkan pengunduran dirinya dari DPR RI melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9/2025).

Keputusan itu diambil setelah pernyataannya dalam sebuah podcast menuai kritik luas dan dianggap menyakiti masyarakat, terutama kalangan muda yang sedang berjuang di tengah kesulitan ekonomi.

Dalam video yang langsung viral, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan: “Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang masih berjuang untuk bertahan hidup.”

Pernyataan kontroversial tersebut berasal dari tayangan podcast “On The Record” oleh ANTARA TV, berdurasi 42 menit, yang membahas isu perempuan, ekonomi kreatif, hingga tantangan generasi muda.

Namun, Rahayu menjelaskan bahwa hanya potongan 2 menit dari wawancara tersebut yang disebar secara selektif di media sosial, tanpa konteks utuh.

Menurutnya, klip pendek itu sengaja dipotong oleh pihak-pihak yang ingin “menyulutkan api” kemarahan publik. Meski demikian, ia mengakui bahwa ekspresi ucapannya bisa ditafsirkan sebagai bentuk meremehkan usaha masyarakat, padahal niatnya justru mendorong semangat kewirausahaan.

Dalam klarifikasinya, Rahayu Saraswati menegaskan bahwa maksud asli pernyataannya adalah untuk mendorong entrepreneurship di era transformasi digital, di mana peluang di sektor ekonomi kreatif terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *